2 Qidam (Dahulu/Awal) - ﻗﺪﻡ. Sifat Allah ini menandakan bahwa Allah sebagai Pencipta yang lebih dulu Ada daripada semesta alam (yang Ia ciptakan). Dalil aqli. Qidam hakikatnya adalah menafikan bermulanya wujud Allah SWT. Seandainya Allah tidak qodim, mesti Allah hadits, sebab tidak ada penengah antara hadits dan qodim.
Jadi Sifat wajib bagi allah bersifat kekal maka mustahilnya adalah fana atau rusak. Salah satu sifat mustahil allah swt karahah (terpaksa) sebagaimana tercantum dalam al-qur’an surat Hud ayat 107 yang artinya:”Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain).
BersifatKalam memberi maksud bahawa Allah SWT berfirman dalam kitab-Nya yang diturunkan untuk para Nabi dan Rasul-Nya. Perbincangan Allah SWT telah tentu tidak sama dengan pembahasan manusia kerana Allah SWT tidak ber-organ seperti lidah dan mulut yang mana dipunyai oleh manusia. Allah SWT berbicara tanpa mempergunakan alat-alat
A Pengertian Sifat-Sifat Allah. Sebelum kita membahas mengenai Sifat Wajib dan Mustahil Allah. Kita harus mengetahui apa makna Sifat – sifat Allah sendiri yang berarti sifat sempurna yang tak terhingga bagi Allah. Dan sebagai muslim kita wajib mempercayai bahwa terdapat sifat keempurnaan yang tak terhinggan bagi Allah.
Jumlahsifat-sifat kesempurnaan Allah SWT. Allah adalah Tuhan yang memiliki kesempurnaan dengan sifat-sifat-Nya, diantaranya : a. Sifat wajib , yaitu sifat yang pasti ada pada Allah SWT. b. Sifat Mustahil, yaitu sifat-sifat yang tak mungkin dimiliki atau terjadi pada Allah SWT. c. Sifat Jaiz, yaitu sifat yang mungkin bagi Allah untuk berbuat
13 Kalam. Allah bersifat Kalam (Berkata-kata). Mustahil Allah itu Bakam (Bisu) “Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung” [An Nisaa’ 164] Jika kita meyakini ini, tentu kita tidak akan menyembah berhala yang tidak bisa bicara sebagai Tuhan [Al Anbiyaa’ 63-65]
. Setelah mengetahui sifa-sifat Allah dan 99 asmaul husnah, ada baiknya kita juga mempelajari sifat mustahil bagi Allah. Sifat mustahil ini adalah kebalikan dari sifat wajib. Maksudnya sifat yang tidak mungkin dimiliki oleh Allah Azza wa jalla yang Maha tanpa basa-basi lagi, berikut sifat-sifat mustahil bagi Allah beserta artinya menurut dalil = TiadaSifat mustahil yang pertama adalah Adam yang berarti tiada. Sifat ini kebalikan dari wujud yang artinya naqli yang menunjukkan adanya Allah Ta’ala, yakni“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arsy . Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.” 54“Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan, menjelaskan tanda-tanda , supaya kamu meyakini pertemuan dengan Tuhanmu.” QS. Ar-Ra’d 2Huduts = Ada yang mendahuluiHudust berarti ada yang mendahului, merupakan lawan kata dari qidam. Tidak mungkin ada yang mendahului keberadaan Allah Azza wa Jalla. Dialah yang menciptakan alam semesta beserta isinya. Tentunya Pencipta sudah pasti lebih dahulu dari apa-apa yang diciptakanNya.“Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang Bathin, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” 3Fana = MusnahAllah Ta’ala tidak mungkin musnah. Sebaliknya, Dia bersifat kekal selama-lamanya. Dijelaskan dalam Al-Quran“Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Wajah Rabbmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” QS. Ar-Rahman 26-27“Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. BagiNya-lah segala penentuan, dan hanya kepadaNya-lah kamu dikembalikan.” QS. Al-Qasas 88Mumatsalatu lil hawaditsi = Ada yang menyamaiAllah Ta’ala adalah dzat yang menciptakan segala sesuatu di bumi dan alam semesta. Dialah yang Maha Agung. Tidak mungkin ada sesuatu yang menyamai atau menandingiNya. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran“Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat.”. QS. Asy-Syura 11Ihtiyaju lighairihi = Memerlukan yang lainAllah Ta’ala tidak memerlukan yang lain. Dia mampu mewujudkan dan mengatur segalanya secara sempurna tanpa bergantung pada siapapun. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran“Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya tidak memerlukan sesuatu dari alam semesta.” QS. Al-Ankabut 6“Dan katakanlah segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.” QS. Al-Isra 111Ta’adud = BerbilangTa’adud adalah kebalikan dari wahdaniyah yang berarti tunggal. Allah itu Maha Esa. Tidak mungkin berbilang atau berjumlah lebih dari satu. Allah Ta’ala tidak memiliki sekutu, tidak beranak dan tidak diperanakan. Bukti keesaan Allah tertuang dalam kalimat syahadat dan juga ayat Al-Quran yang artinya“Katakanlah Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.’” QS. Al-Ikhlas 1-4“Sekiranya ada di langit dan di bumi Tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai Arsy daripada apa yang mereka sifatkan.” QS. Al-Anbiya 22“Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia. Yang Maha Pemuurah lagi Maha Penyayang.” QS. Al-Baqarah 163Ajzun = LemahAjzun berarti lemah, merupakan lawan kata dari dari qudrat yang artinya berkuasa. Jadi Allah tidak mungkin bersifat lemah. Sebaliknya Allah Azza wa Jalla Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada yang bisa melampui kekuasaan Allah Ta’ Al-Quran dijelaskan“Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.” Baqarah 20Karahah = TerpaksaAllah tidak memiliki sifat terpaksa. Sebaliknya Allah Maha Berkehendak atas segala sesuatu. Tidak ada yang bisa melawan ataupun menandingi kehendak dari Allah Ta’ala. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran“Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya “Jadilah!” maka terjadilah ia.” QS. Yasiin 82“Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki yang lain. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.”QS. Hud 107Jahlun = BodohMustahil bagi Allah Ta’ala bersifat bodoh. Dia menciptakan alam semesta dengan segala isinya begitu sempurna. Dia tidak membutuhkan bantuan siapapun. Dan dialah yang Maha Kaya lagi Maha = MatiAllah tidak akan mati. Dia bersifat kekal. Terus-menerus mengurus makhluknya Tanpa tidur dan tidak letih sedikitpun. Dijelaskan dalam Al-Quran“Dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup kekal Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya.” QS. Al-Furqon 58“Allah, tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya. Tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” QS. Al-Baqarah 255Shamamun = TuliMustahil Allah bersifat Tuli. Allah Ta’ala adalah Tuhan yang Maha Mendengar. Pendengaran Allah meliputi segala sesuatu.“Katakanlah cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan antaramu. Dia mengetahui apa yang di langit dan di bumi.” Al-Ankabut 52.Ama = ButaAllah Ta’ala juga tidak buta. Dia Maha Melihat Segala Sesuatu. Tak ada satu hal pun yang luput dari pengelihatanNya.“Dan Allah Maha Melihat atas apa yang kamu kerjakan.” QS. Al-Hujarat 18“Dia Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan pula, dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” 11Bakamun =BisuAllah Ta’ala tidaklah Bisu. Allah berkata dan berfirman dengan sangat sempurna. Tak ada bisa mengalahkan keindahan firman Allah Ta’ala. Dan salah satu Nabi yang pernah berbicara langsung dengan Allah adalah Nabi Musa.“Dan ada beberapa rasul yang telah Kami kisahkan mereka kepadamu sebelumnya, dan ada beberapa rasul lain yang tidak Kami kisahkan mereka kepadamu. Dan kepada Musa Allah telah berfirman secara langsung.” QS. An-Nisa’ 164Kaunuhu ajiyan = Zat yang lemahMustahil Allah bersifat lemah. Allah Ta’ala adalah pencipta alam semesta dan segala isisnya. Dia Maha Kuasa atas semua hal.“Sebahagian besar ahli kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang timbul dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma’afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” QS. Al Baqarah 109Kaunuhu karihan = Zat yang terpaksaAllah Ta’ala bukanlah dzat yang terpaksa. Dia Maha Berkehendak atas segala sesuatu. Hanya berfirman “kun fa yakun” maka jadilah apa yang dikehendaki oleh Nya.“Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki yang lain. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.” 107Kaunuhu jahilan = Zat yang sangat bodohMustahil Allah adalah dzat yang bodoh. Allah Maha Mengetahui dan Melihat apa-apa yang ditampakkan atau = Zat yang mati Allah tidak mati. Allah bersifat kekal, tidak musnah dan tidak binasa. Dia tidak pernah tidur. Selalu mengawasi hamba-hambaNya setiap ashamma = Zat yang tuliMustahil Allah bersifat tuli. Allah adalah Tuhan yang Maha Mendengar. Pendengaran Allah tak terbatas dan meliputi segala ama = Zat yang butaAllah Maha Melihat, tidaklah buta. Dia Maha Sempurna dengan seluruh abkama = Zat yang bisu Allah bukanlah dzat yang bisu. Allh berfirman dan firmanNya tertuang dalam kitab-kitab suci yang diturunkan lewat para sifat-sifat mustahil bagi Allah beserta artinya. Semoga dengan mengetahui info ini bisa menambah keyakinan kita akan kebesaran Allah Ta’ala sehingga bisa menjadi cara meningkatkan iman dan taqwa. Selian itu kita juga wajib mengamalkan rukun iman, rukun islam, Iman dalam Islam, Hubungan Akhlak Dengan Iman Islam dan Ihsan, dan Hubungan Akhlak dengan Iman sebagai bentuk cara bersyukur menurut islam. Amin ya Rabbal Alamin.
Sifat-sifat Mustahil bagi Allah SWT dan Penjelasannya Lengkap, Arab dan Latin – Sifat mustahil bagi Allah SWT dan penjelasannya harus kita pahami sedari dini sebagai upaya untuk memperkuat ketauhidan kita kepada Sang Pencipta. Sebelumnya, mungkin kamu sudah mengetahui adanya sifat wajib Allah SWT. Berkebalikan dengan sifat wajib Allah, ada juga sifat mustahil Allah yang harus kamu pelajari. Dalam ulasan kali ini, kita bukan hanya mengenal apa saja sifat mustahil Allah, tapi juga memberikan penjelasan lengkap, arab dan latinnya. Sifat Mustahil Allah Lengkap dengan Arab dan LatinnyaDaftar IsiSifat Mustahil Allah Lengkap dengan Arab dan Latinnya1. Adam Tidak Ada2. Hudus Baru3. Fana Rusak atau Binasa4. Mumassalatu lil Hawadis Menyerupai Makhluk5. Muhtajun Ligairihi Membutuhkan yang Lain6. Ta’addud Berbilang7. Ajzun Lemah8. Karahah Terpaksa9. Jahlun Bodoh10. Mautun Mati11. Summun Tuli12. Umyun Buta13. Bukmun Bisu14. Ajzan Lemah15. Karihan Terpaksa16. Jahilun Maha Bodoh17. Mayyitun Mati18. Asamma Maha Tuli19. Ama Maha Buta20. Abkama Maha Bisu Daftar Isi Sifat Mustahil Allah Lengkap dengan Arab dan Latinnya 1. Adam Tidak Ada 2. Hudus Baru 3. Fana Rusak atau Binasa 4. Mumassalatu lil Hawadis Menyerupai Makhluk 5. Muhtajun Ligairihi Membutuhkan yang Lain 6. Ta’addud Berbilang 7. Ajzun Lemah 8. Karahah Terpaksa 9. Jahlun Bodoh 10. Mautun Mati 11. Summun Tuli 12. Umyun Buta 13. Bukmun Bisu 14. Ajzan Lemah 15. Karihan Terpaksa 16. Jahilun Maha Bodoh 17. Mayyitun Mati 18. Asamma Maha Tuli 19. Ama Maha Buta 20. Abkama Maha Bisu Salah satu rukun iman adalah mempercayai sifat-sifat Allah dan sekarang ini kita akan mempelajari satu sifat Allah, yaitu sifat mustahil. Selain itu, Allah juga memiliki sifat-sifat lainnya, yaitu sifat wajib dan sifat jaiz boleh. Sifat mustahil merupakan sifat yang tidak mungkin atau mustahil dimiliki oleh Allah. Meskipun demikian, kita tetap harus mempelajarinya agar keimanan kita terus bertambah dan berikut ini 20 sifat mustahil bagi Allah. 1. Adam Tidak Ada Adam merupakan kebalikan dari sifat wajib Allah wujud. Adam artinya tidak ada karena mustahil Allah tidak ada. Jika Allah tidak ada, maka tidak akan ada langit bumi dan segala yang ada di antaranya. Hal ini tercantum dalam QS. An-Nah ayat 3 yang menunjukkan bahwa Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan kebenaran. Adanya langit, bumi, manusia, hewan dan segala yang ada di dunia ini menjadi bukti keberadaan Allah. 2. Hudus Baru Hudus berarti baru dan ini menjadi salah satu sifat mustahil Allah karena tidak mungkin Allah ada sebelum semua makhluk dan ciptaan-Nya. Bagaimana bisa kita semua ada di dunia ini jika Allah belum ada karena Allah Sang Maha Pencipta. Dalam QS. Al-Hadid ayat 3, menunjukkan bahwa Allah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin. Allah memiliki sifat terdahulu atau sudah ada sebelum semua ciptaan-Nya ada jadi tidak mungkin Allah memiliki sifat Hudus. 3. Fana Rusak atau Binasa Sifat mustahil bagi Allah yang selanjutnya adalah Fana yang artinya rusak atau binasa. Tidak mungkin Allah memiliki sifat fana karena Allah adalah dzat yang kekal dan abadi selamanya, juga tidak ada permulaan dan tidak ada akhir. Surah yang menunjukkan sifat mustahil ini adalah QS. Ar-Rahman ayat 27 yang menunjukkan bahwa Allah memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal jadi Allah akan tetap ada meskipun langit, bumi dan seisinya sudah lenyap di hari akhir. 4. Mumassalatu lil Hawadis Menyerupai Makhluk Mumassalatu lil Hawadis juga menjadi sifat mustahil bagi Allah yang tidak mungkin dimiliki Allah karena artinya menyerupai makhluk. Tidak mungkin jika Allah menyerupai makhluk-Nya karena Allah itu berbeda, baik sifat, dzat maupun perbuatannya. Tidak ada satu makhluk pun yang menyerupai Allah karena memang berbeda. Hal ini dijelaskan dalam QS. Al-Ikhlas ayat 4 yang artinya tidak ada sesuatu yang setara dengan Allah karena Allah Maha Esa jadi hanya satu dan tidak ada yang setara. 5. Muhtajun Ligairihi Membutuhkan yang Lain Sifat mustahil bagi Allah SWT lainnya adalah Muhtajun Ligairihi yang artinya membutuhkan orang lain atau berdiri dengan yang lain. Tentu saja, sifat ini tidak mungkin dimiliki oleh Allah karena Allah tidak membutuhkan sesuatu apapun. Justru kita sebagai makhluk hidup yang membutuhkan Allah karena Allah Maha Berdiri Sendiri dan Maha Sempurna. Hal ini tercantum dalam QS. Al-Ankabut ayat 6 yang artinya siapa saja yang berjihad, maka jihadnya untuk dirinya sendiri. 6. Ta’addud Berbilang Sifat mustahil lainnya adalah Ta’addud yang artinya berbilang. Sifat ini tidak mungkin dimiliki Allah karena Allah Sang Maha Tunggal dan Esa jadi tidak ada satu dzat pun yang setara atau bahkan sebanding dengan Allah. Hal ini terlihat dari QS. Al-Ikhlas ayat 1-4 yang mengatakan bahwa Allah Sang Maha Esa, tempat meminta segala sesuatu, Allah tidak beranak dan tidak juga diperanakkan. Surah ini juga menyebutkan bahwa tidak ada yang setara dengan-Nya. 7. Ajzun Lemah Ajzun juga salah satu sifat mustahil bagi Allah karena sifatnya lemah. Tidak mungkin Allah memiliki sifat lemah karena Allah Yang Maha Berkuasa. Jika Allah lemah, maka tidak akan ada alam semesta dan isinya, termasuk kita sebagai makhluk-Nya. QS. Al-Baqarah ini menunjukkan Kekuasaan Allah, yaitu kilat yang seakan menyambar penglihatan manusia saat berjalan di bawahnya pada malam hari. Apabila Allah menghendaki hal tersebut, maka hilanglah penglihatannya. 8. Karahah Terpaksa Karahah termasuk dalam daftar sifat mustahil bagi Allah dan tidak mungkin dimiliki oleh Allah. Karahah artinya terpaksa, padahal Allah Sang Maha Iradat dan tidak terpaksa dalam melakukan apapun yang dikehendaki-Nya karena Allah Maha Berkehendak. Hal ini ditunjukkan dalam QS. Al-Buruj ayat 6 yang artinya Allah Maha Kuasa, Allah mampu berbuat apa saja yang dikehendaki-Nya. Bahkan, tidak ada satu daun pun yang berguguran kecuali atas kehendak Allah. 9. Jahlun Bodoh Sifat mustahil bagi Allah yang lain adalah jahlun yang artinya bodoh. Tidak mungkin ALlah bersifat jahlun karena Allah mengetahui segala sesuatu yang ada di alam ini, baik yang terlihat maupun yang bersembunyi atau menyembunyikan sesuatu. Jika ilmu manusia memiliki keterbatasan, maka tidak bagi Allah SWT. Hal ini dijelaskan dalam QS. Al-Hujarat ayat 18 yang menujukkan bahwa Allah mengetahui apa yang gaib di langit dan bumi, Allah juga melihat apa yang kita kerjakan. 10. Mautun Mati Sifat mustahil berikutnya, yaitu Mautun yang artinya mati. Allah tidak akan pernah mati karena Allah bersifat hidup atau hayat dan Allah akan selalu hidup kekal. Meskipun nanti ada akhir zaman, tapi Allah tidak akan mati. Hal ini disebutkan dalam QS. Al-Furqan ayat 58 yang artinya bahwa Allah Maha Hidup dan tidak akan mati. Surah tersebut juga memerintahkan pada kita untuk bertawakal kepada-Nya dan bertasbih memuji-Nya. 11. Summun Tuli Sifat mustahil bagi Allah yang selanjutnya adalah Summun yang artinya tuli. Tidak mungkin Allah memiliki sifat mustahil ini karena Allah Maha Mendengar. Bukan hanya suara atau apa yang kita katakan, tapi apa yang ada di dalam hari dan pikiran. Tidak ada satupun yang luput dari pendengaran-Nya, meskipun hanya sedikit saja. Hal ini dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 127 yang artinya Sungguh, Allah Yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. 12. Umyun Buta Tidak mungkin Allah memiliki sifat Umyun atau buta karena Allah Maha Melihat. Allah melihat segala yang terlihat maupun yang tersembunyi jadi tidak ada satupun yang terlepas dari penglihatan-Nya, termasuk perbuatan yang kita sembunyikan. Dalam QS. Al-Hujarat ayat 18 dijelaskan bahwa Allah mengetahui apa yang gaib, baik di langit maupun di bumi dan Allah melihat apa yang kita kerjakan. Meskipun kita dengan sengaja menyembunyikan dari orang lain, tapi Allah selalu melihatnya. 13. Bukmun Bisu Berikutnya, sifat mustahil bagi Allah adalah bukmun atau bisu. Tidak mungkin Allah memiliki sifat bukmun karena Allah bersifat kalam atau berfirman. Wahyu yang diturunkan Allah kepada para nabi dan rasul berisi firman-Nya. QS. An-Nisa ayat 164 menunjukkan bahwa ketika menurunkan wahyu kepada Nabi Musa, Allah berfirman langsung. Hal ini menunjukkan bahwa Allah tidak mungkin memiliki sifat bukmun atau bisu karena Allah Maha Berfirman. 14. Ajzan Lemah Sifat mustahil bagi Allah adalah Ajzan atau lemah. Tidak mungkin Allah SWT lemah karena Allah Maha Berkuasa. Segala sesuatu yang dikehendaki-Nya pasti akan terjadi dan Allah tidak membutuhkan bantuan orang lain. Sedangkan, manusia pasti membutuhkan bantuan orang lain karena manusia pada dasarnya makhluk yang lemah, khususnya di hadapan Allah. Manusia hanya bisa meminta bantuan kepada Allah karena Allah Sang Maha Berkuasa. 15. Karihan Terpaksa Karihan atau maha terpaksa merupakan salah satu sifat mustahil yang tidak mungkin dimiliki oleh Allah SWT. Allah Maha Berkehendak atau muridan sehingga apapun yang ada di alam semesta ini terjadi atas kehendak Allah, bukan suatu paksaan. Tidak ada satupun yang bisa memaksa Allah karena Allah Sang Maha Berkehendak. Sekuat apapun kita berusaha atau mengubah takdir, tapi jika Allah tidak berkehendak maka itu tidak akan terjadi, begitu juga sebaliknya. 16. Jahilun Maha Bodoh Sifat lain yang tidak mungkin dimiliki Allah adalah jahilun atau maha bodoh karena pengetahuan Allah tidak memiliki batas. Allah Maha Mengetahui segalanya dan semua ilmu yang ada di dunia ini bersumber dari Allah SWT. Hal ini bisa kamu lihat dari beberapa bukti ilmiah yang menunjukkan kebenaran atas firman Allah. Semua itu merupakan bukti bahwa Allah Sang Maha Mengetahui sehingga tidak mungkin Allah memiliki sifat jahilun. 17. Mayyitun Mati Salah satu sifat mustahil bagi Allah adalah mayyitun atau mati. Tidak mungkin Allah memiliki sifat ini karena Allah kekal abadi. Allah tidak memiliki awal maupun akhir sehingga tidak akan pernah mati, meskipun pada akhir zaman nantinya. Jangankan mati, bahkan Allah tidak pernah tidur dan tidak pernah lelah untuk mendengar dan mendengar apapun yang dikerjakan oleh hamba-Nya. Oleh karena itu, mustahil Allah bersifat mayyitun karena Allah Sang Maha Hidup. 18. Asamma Maha Tuli Sifat lain yang tidak mungkin dimiliki oleh Allah adalah asamma atau maha tuli. Tidak mungkin Allah maha tulis karena Allah Maha Mendengar segala yang dikatakan oleh manusia, bahkan apa yang dikatakannya melalui hati dan pikiran. Tidak ada satupun suara atau perkataan yang luput dari pendengaran Allah. Meskipun kita sedang berbisik, Allah tetap saja mendengar apa yang kita bisikkan. Oleh karena itu, tidak mungkin jika Allah maha tuli karena Allah Maha Mendengar. 19. Ama Maha Buta Sifat mustahil bagi Allah adalah Ama atau maha buta. Penglihatan Allah tidak memiliki batas sehingga apapun yang dilakukan makhluk-Nya, Allah selalu melihatnya tanpa melewatkan sedikitpun. Jika penglihatan manusia terbatas dan hanya bisa melihat apa yang terlihat. Tapi, Allah bisa melihat apapun, bahkan yang disembunyikan. Meskipun kamu menyembunyikan perbuatan dosa, tapi Allah tetap bisa melihatnya. 20. Abkama Maha Bisu Mustahil bagi Allah memiliki sifat abkama karena Allah memiliki sifat mutakaliman atau Maha Berfirman. Keberadaan kitab yang diwahyukan kepada Nabi dan Rasul merupakan bukti bahwa Allah Sang Maha Berfirman. Kitab tersebut berisi firman-firman Allah yang disampaikan kepada umat manusia sebagai pedoman hidup. Hal ini sudah membuktikan bahwa tidak mungkin Allah memiliki sifat abkama karena Allah Sang Maha Berfirman. Meningkatkan ketaatan dan ketauhidan kepada Allah bisa dilakukan dengan berbagai macam cara dan kita sudah melakukannya. Mempelajari sifat mustahil bagi Allah akan membuat kita semakin bertawakal dan taat atas perintah-Nya. Klik dan dapatkan info kost di dekatmu Kost Jogja Harga Murah Kost Jakarta Harga Murah Kost Bandung Harga Murah Kost Denpasar Bali Harga Murah Kost Surabaya Harga Murah Kost Semarang Harga Murah Kost Malang Harga Murah Kost Solo Harga Murah Kost Bekasi Harga Murah Kost Medan Harga Murah
Learn Quick Notes List Sifat Allah SWT Kalam Allah Bersifat Kalam Allah Bersifat Kalam Maksud Allah bersifat Kalam Allah Maha Berkata-kata tanpa memerlukan alat, bantuan dan perantaraan. Cara Allah berkata-berkata tidak serupa sama sekali dengan makhluk. Kita wajib beriman bahwa Allah bersifat Kalam. Dalil Naqli Surah An-Nisaa Ayat 164 Dalil Aqli Allah memiliki segala sifat kesempurnaan dan kemuliaan. Oleh itu, amatlah mustahil bagi Allah bersifat kekurangan seperti tidak dapat berkata-kata. Kesan meyakini Allah bersifat Kalam Mengakui kebesaran dan keagungan Allah Menjadikan Al-Quran sebagai pegangan dalam kehidupan Beramal dengan segala perintah Allah dan meninggalkan segala larangan-Nya Dikasihi dan dirahmati Allah Rumusan Kalam Allah tidak dapat dijangkau oleh akal fimmiran manusia. Kita wajib beriman dengan sifat Kalam Allah dan mentaati perintah Allah serta meninggalkan larangan-Nya. The views expressed in the notes here are those of the contributor and don’t necessarily represent the views of pandai. Chapter Akidah Topic Sifat Allah SWT Kalam Year 6 Pendidikan Islam View all notes for Pendidikan Islam Year 6 Related notes Allah Bersifat Sama' Allah Bersifat Basar Tilawah Surah Asy-Syarh Tilawah Surah Ad-Duha Hafazan Surah Asy-Syarh Hafazan Surah Ad-Duha Kefahaman Surah Al-Ma'un Riddah Hindari Rasuah Ibadah Puasa Pada Bulan Ramadan Report this note
Berbagai sifat yang tidak mungkin dimiliki Allah SWT ilustrasi al-quran Productions Allah SWT merupakan Tuhan semesta alam yang Maha Sempurna dan Maha Esa. Dalam kebesaran-Nya, Allah SWT mempunyai tiga jenis sifat, yakni sifat wajib, sifat jaiz, dan sifat orang beriman, kita perlu mengetahui sifat mustahil bagi Allah SWT karena sifat mustahil ini tidak mungkin dimiliki oleh Allah SWT. Mengimani hal ini tentunya masuk ke dalam rukun imam yang pertama, yakni iman kepada Allah SWTJika kamu masih belum mengetahui sifat-sifat yang mustahil bagi Allah SWT, IDN Times menyediakan penjelasan lengkapnya berikut ini. Yuk, ketahui lebih banyak!1. Adamilustrasi Al-Qur'an IDN Times/RochmanudinAdam memiliki arti 'tidak ada'. Allah SWT memiliki sifat mustahil adam karena Allah tidak mungkin tidak ada karena seluruh semesta alam dan isinya merupakan ciptaan Allah SWT. Hal ini tercantum dalam surat An-Nahl ayat 3, yakni "Dia menciptakan langit dan bumi dengan kebenaran. Mahatinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan." QS. An-Nahl 3 Selain itu, hal ini juga ada di dalam surat Al A’raf ayat 54 yang berbunyi "Sungguh, Tuhanmu adalah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. Dia ciptakan matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah! Segala penciptaan dan urusan menjadi hak-Nya. Mahasuci Allah, Tuhan seluruh alam." QS. Al A’raf 54 2. HudusSifat mustahil bagi Allah yang kedua adalah hudus atau 'baru'. Hal ini memiliki arti bahwa Allah sudah ada sebelum seluruh makhluk hidup dan ciptaan-Nya ada di alam semesta. Hal ini dikarenakan karena Allah bersifat qidam atau Al-Quran yang menerangkan bahwa Allah SWT bersifat qidam atau sudah ada sebelum seluruh makhluk hidup ada di alam semesta adalah QS. Al-Hadid ayat 3, yakni sebagai berikut. "Dialah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu." QS. Al-Hadid 3 3. FanaFana memiliki arti 'binasa, rusak, atau tidak kekal'. Allah SWT mustahil memiliki sifat fana karena Allah bersifat abadi dan kekal. Hal ini tercantum dalam Surat Ar-Rahman ayat 27, yakni "Tetapi wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal." QS. Ar-Rahman 27 4. Mumassalatu lil HawadisAllah SWT sangat mustahil untuk memiliki sifat mumassalatu lil hawadis. Sifat ini memiliki arti 'serupa dengan makhluk-Nya'. Allah SWT merupakan dzat Maha Esa dan Maha Sempurna yang berbeda dengan manusia. Hal ini tercantum dalam surat Al Ikhlas ayat 4, yakni "Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia." QS. Al-Ikhlas 4 Baca Juga Perbedaan Salat Gaib dan Salat Jenazah 5. Muhtajun Ligarihiilustrasi Al-Qur'an BurhanMuhtajun ligairihi merupakan sifat mustahil bagi Allah SWT yang memiliki arti 'berdiri dengan yang lain'. Allah tidak membutuhkan bantuan dan berdiri sendiri karena memiliki sifat qiyamuhu binafsihi, yang berarti Allah Maha Sempurna dan Maha Berdiri ini tercantum dalam surat Al-Ankabut ayat 6, yakni"Dan barang siapa berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu untuk dirinya sendiri. Sungguh, Allah Mahakaya tidak memerlukan sesuatu dari seluruh alam." QS. Al-Ankabut 66. Ta'addudTa'addud memiliki arti 'berbilang'. Allah tidak memiliki sifat ta'addud karena Allah Maha Esa atau tunggal. Hal ini tercantum dalam keseluruhan surat Al-Ikhlas, yakni sebagai berikut. Katakanlah Muhammad, "Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Allah tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia." Al-Ikhlas ayat 1-4 7. AjzunAllah yang Maha Esa memiliki sifat mustahil ajzun atau 'lemah'. Sifat mustahil ini tercantum dalam surat Al-Baqarah ayat 20, yakni sebagai berikut. "Hampir saja kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan apabila gelap menerpa mereka, mereka berhenti. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia hilangkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." QS. Al-Baqarah 20 8. KarahahKarahah memiliki arti 'terpaksa'. Sifat ini mustahil dimiliki Allah karena Allah SWT bersifat iradat atau 'berkehendak'. Bila dijabarkan, ini memiliki arti tidak terpaksa dalam melaksanakan kehendak, Allah berbuat apa yang Dia kehendaki. "Maha Kuasa berbuat apa yang Dia kehendaki." QS. Al-Buruj 16 9. Jahlunilustrasi Al-Qur'an jahlun atau 'bodoh' sangat mustahil dimiliki bagi Allah SWT karena Allah Maha Mengetahui keseluruhan yang ada di dunia dan seluruh alam semesta. Hal ini tercantum dalam surat Al-Hujurat ayat 18, yakni "Sungguh, Allah mengetahui apa yang gaib di langit dan di bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." QS. Al-Hujurat 18 10. MautunAllah bersifat abadi atau kekal. Maka dari itu, sifat mustahil berikutnya adalah mautun atau 'mati'. Berikut ini ayat Al-Quran yang menjelaskan bahwa Allah hidup dan tidak mati. "Dan bertawakallah kepada Allah Yang Hidup, Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa hamba-hamba-Nya." QS. Al-Furqan 58 11. SummunAllah memiliki sifat Maha Mendengar dan sangat mustahil untuk memiliki sifat summun atau 'tuli'. Hal ini dijelaskan dalam surah Al-Baqarah ayat 127 "......Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui." QS. Al-Baqarah 127 Baca Juga Takbiratul Ihram Bacaan, Doa Iftitah, dan Keutamaannya 12. UmyunIlustrasi Al-Quran dan Tasbih mustahil berikutnya adalah umyun atau 'buta'. Allah tidak buta dan Maha Melihat. Segala sesuatu yang ada di alam semesta tak ada yang luput dari penglihatan-Nya. Allah berfirman "Sungguh, Allah mengetahui apa yang gaib di langit dan di bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." QS. Al-Hujurat 18 13. BukmunSelanjutnya, Allah mustahil memiliki sifat bukmun atau 'bisu'. Seluruh wahyu dan firman Allah SWT berikan langsung kepada Nabi dan Rasul-Nya. "....Dan kepada Musa, Allah berfirman langsung." QS. An-Nisa 164 14. AjzanAllah Maha Berkuasa dan tidak mungkin memiliki sifat ajzan atau 'lemah'. Allah tidak memerlukan bantuan dari siapa pun karena memiliki sifat Maha Esa. Sifat ini tercantum dalam Surat Al Baqarah ayat 20 berbunyi “Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.” QS. Al Baqarah 20 15. KarihanIlustrasi Al-Quran IDN Times/RochmanudinAllah SWT memilki sifat mustahil karihan atau 'maha terpaksa'. Hal ini merupakan sifat yang mustahil karena Allah SWT bersifat Maha Berkehendak. Semua terjadi atas kehendak Allah SWT. Sifat ini dituliskan dalam Surat Hud ayat 107 berbunyi “Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki yang lain. Sungguh, Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.” QS. Hud 107 16. JahilunSelanjutnya, Allah sangat mustahil memiliki sifat jahilun atau 'bodoh'. Semua ilmu dan pelajaran yang kita dapatkan bersumber pada Allah SWT. Sifat ini tercantum dalam Surat An Nisa ayat 176, yakni Mereka meminta fatwa kepadamu tentang kalalah. Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah yaitu, jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya saudara perempuannya itu seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi seluruh harta saudara perempuan, jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka ahli waris itu terdiri dari saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan hukum ini kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” QS. An Nisa 176 17. MayyitunMayyitun atau 'mati' merupakan sifat mustahil bagi Allah SWT. Hal ini tentunya sangat bertolak belakang dengan sifat Allah SWT yang sesungguhnya yakni kekal, abadi, tidak ada awal atau akhir. Hal ini tercantum dalam Surat Al-Furqan ayat 58, yakni “Dan bertawakallah kepada Allah Yang Hidup, Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa hamba-hamba-Nya,” QS. Al Furqan 58 18. Asammaquran Maha Mendengar tentang apa yang terjadi di alam semesta. Karena itu, Allah tidak memiliki sifat assama atau 'tuli'. Allah dapat mendengar yang tidak kita dengar dan mustahil untuk bersifat tuli. Hal ini tercantum dalam surat Al Baqarah ayat 256, yakni “Tidak ada paksaan dalam menganut agama Islam, sesungguhnya telah jelas perbedaan antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barang siapa ingkar kepada Tagut dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang teguh pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” QS. Al Baqarah 256 19. A'maAllah memiliki sifat Maha Melihat semua ciptaan-Nya tanpa terkecuali, termasuk apa yang ada di dalam hati. Mustahil bagi Allah untuk memiliki sifat a'ma atau 'buta'. Hal ini tercantum dalam surat Al-Hujurat ayat 18, yakni “Sungguh, Allah mengetahui apa yang gaib di langit dan di bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” QS. Al-Hujurat 18 20. AbkamaTerakhir, Allah mustahil untuk memiliki sifat abkama atau 'bisu'. Allah memiliki sifat Maha Berfirman atau mutakalliman. Sifat ini tercantum dalam Surat An Nisa ayat 164, yakni “Dan ada beberapa rasul yang telah Kami kisahkan mereka kepadamu sebelumnya dan ada beberapa rasul la-in yang tidak Kami kisahkan mereka kepadamu. Dan kepada Musa, Allah berfirman langsung.” QS. An Nisa 164 Itu dia sifat-sifat mustahil bagi Allah SWT yang wajib diketahui umat muslim. Ketahuilah bahwa Allah Maha Esa dan Maha Besar. Semoga bermanfaat! Baca Juga Bacaan Iqomah untuk Menyerukan Salat Berita Terkini Lainnya
Pada materi ini akan dibahas mengenai sifat-sifat Allah dari sifat-sifat mustahil yang tidak dimiliki Allah, sifat jaiz, hingga sifat-sifat wajib Allah. Sebelum masuk pada pembahasan itu, perlu kita ketahui terlebih dahulu mengenai Allah, apa arti kata Allah. Menurut Toshihiko Izutsu yang dikutip oleh Sangkot Sirait dalam bukunya yang berjudul “Tauhid dan Pembelajarannya”, arti kata Allah adalah kata fokus tertinggi dalam sistem al-Qur’an, yang nilai penting dan kedudukannya tidak ada yang melebihinya. Siapakah Allah? Allah adalah asma Tuhan yang berhak disembah. Selain Allah, tidak ada Tuhan yang patut disembah. Demikianlah penegasan ajaran Islam sebagaimana yang wajib dilafalkan oleh setiap muslim, yang dikenal dalam dua kalimah syahadah, “Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah; saya bersaksi pula bahwa Muhammad adalah Rasul Allah.” Secara global Allah itu bersifat dengan segala macam sifat-sifat kesempurnaan. Karena itulah yang sesuai dengan ke Tuhanan-Nya. Mustahil ia mempunyai sifat-sifat kekurangan. Yang mempunyai sifat kekurangan bukanlah Tuhan. Pengertian Sifat-Sifat Allah Sifat-sifat Allah adalah sifat sempurna yang yang tidak terhingga bagi Allah. Sifat-sifat Allah wajib bagi setiap muslim mempercayai bahwa terdapat beberapa sifat kesempurnaan yang tidak terhingga bagi Allah. Maka, wajib juga dipercayai akan sifat Allah yang dua puluh dan perlu diketahui juga sifat yang mustahil bagi Allah. Sifat yang mustahil bagi Allah merupakan lawan kepada sifat wajib. Sifat wajib Allah terbagi menjadi empat bagian yaitu Nafsiah Sifat Nafsiyah, yaitu sifat yang berhubungan dengan Dzat Allah. Sifat nafsiyah ini hanya ada satu, yaitu Wujud ada. Salbiah Sifat Salbiyah yaitu sifat yang meniadakan adanya sifat sebaliknya, yakni sifat-sifat yang tidak sesuai, tidak layak dengan kesempurnaan Dzat-Nya. Sifat salbiyah ini ada lima, yaitu Qidam dahulu Baqa’kekal Mukhalafatul lil-hawadis berbeda dengan yang baru Qiyamuhu bi nafsihi berdiri sendiri Wahdaniyah keesaan Ma’ani Sifat Ma’ani yaitu sifat-sifat abstrak yang wajib ada pada Allah. Yang termasuk sifat ma’ani ada tujuh, yaitu Qudrah berkuasa Iradat berkehendak llmu mengetahui Hayat hidup Sama’ mendengar Basar melihat Kalam berbicara Ma’nawiah Sifat Ma’nawiyah adalah kelaziman dari sifat Ma’ani. Sifat Ma’nawiyah tidak dapat berdiri sendiri, sebab setiap ada sifat ma’ani tentu ada sifat Ma’nawiyah. Jumlah sifat ma’nawiyah sama dengan jumlah sifat ma’ani, yaitu Qadiran Maha berkuasa Muridan Maha berkehendak Aliman Maha mengetahui Hayyan Maha hidup Sami’an Maha mendengar Basiran Maha melihat Mutakalliman Maha berbicara Sifat wajib Allah adalah sifat yang pasti ada pada Allah. Berikut dibawah ini adalah sifat-sifat allah yang wajib Wujud Ada Adanya Allah itu bukan karena ada yang mengadakan atau menciptakan, tetapi Allah itu ada dengan zat-Nya sendiri. Dalil Aqli sifat Wujud Adanya semesta alam yang kita lihat sudah cukup dijadikan sebagai alasan adanya Allah, sebab tidak masuk akal seandainya ada sesuatu yang dibuat tanpa ada yang membuatnya. Dalil Naqli sifat Wujud “Allahlah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya dalam waktu enam hari”. QS. AS sajdah [32]4 Qidam Terdahulu Sifat Allah ini menandakan bahwa Allah swt sebagai Pencipta lebih dulu ada daripada semesta alam dan isinya yang Ia ciptakan. Dalil aqli sifat Qidam Seandainya Allah tidak qodim, mesti Allah hadits, sebab tidak ada penengah antara qodim dan hadits. Apabila Allah hadits maka mesti membutuhkan muhdits yang membuat mislanya A, dan muhdits A mesti membutuhkan kepada Muhdits yang lain, misalnya B. Kemudian muhdits B mesti membutuhkan muhdits yang lain juga, misalnya C. Begitulah seterusnya. Apabila tiada ujungnya, maka dikatakan tasalsul peristiwa berantau, dan apabila yang ujung membutuhkan kepada Allah maka dikatan daur peristiwa berputar. Masing-masing dari tasalsul dan daur adalah mustahil menurut akal. Maka setiap yang mengakibatkan tasalsul dan daur, yaitu hudutsnya Allah adalah mustahil, maka Allah wajib bersifat Qidam. Dalil Naqli sifat Qidam “Dialah yang awal dan yang akhir Yang zhohir dan yang bathin”. QS. Al-Hadid [57]3 Baqa’Kekal Allah Akan Kekal dan Abadi Selamanya, Kekalnya Allah SWT tidak berkesudahan Dalil Aqli sifat Baqa’ Seandainya Allah tidak wajib Baqo, yakni Wenang Allah Tiada, maka tidak akan disifati Qidam. Sedangkan Qidam tidak bisa dihilangkan dari Allah berdasarkan dalil yang telah lewat dalam sifat Qidam. Dalil Naqli Sifat Baqa’. “Tiap sesuatu akan binasa lenyap kecuali Dzat-nya”. QS. Qoshos [28]88 Mukhalafatuhu Lilhawadith berbeda dengan Ciptaannya/Makhluknya Sifat ini menunjukkan bahwa Allah SWT berbeda dengan hasil ciptaan- Nya. Coba kita perhatikan tukang jahit hasil baju yang dijahit sendiri tidak mungkin sama dengan baju yang dibuat orang lain. Dalil Aqli sifat mukhalafah lil hawadits Apabila diperkirakan Allah menyamai sekalian makhluknya, niscaya Allah dalah baru Hadits, sedangkan Allah baru adalah mustahil Dalil Naqli sifat mukhalafah lil hawadits “Tidak ada sesuatu apapun yang serupa dengan dia, dan dia-lah yang maha mendengar lagi maha melihat”. QS. Asy-Syuro [42]11 Qiyamuhu Binafsihi Allah Berdiri Sendiri Artinya Bahwa Allah SWT itu berdiri dengan zat sendiri tanpa membutuhkan bantuan yang lain. Maksudnya, keberadaan Allah SWT itu ada dengan sendirinya tidak ada yang mengadakan atau menciptakan. Contohnya, Allah SWT menciptakan alam semesta ini karena kehendak sendiri tanpa minta pertolongan siapapun. Dalil Aqli sifat Qiyamuhu Binafsihi Seadainya Allah membutuhkan dzat, niscaya Allah adalah sifat, sebab hanya sifatlah yang selalu membutuhkan dzat, sedangkan dzat selamanya tidak membutuhkan dzat lain untuk berdirinya. Dan apabila Allah “Sifat” adalah mustahil, sebab apabila Allah “sifat”, maka Allah tidak akan disifati dengan sifat Ma’ani dan Ma’nawiyah, sedangkan sifat tersebut adalah termasuk sifat-sifat yang wajib bagi Allah berdasarkan dalil-dalil tertentu. Berarti apabila Allah tidak disifati dengan sifat Ma’ani dan Ma’nawiyah adalah salah Bathil, dan batal pula sesuatu yang mengakibatkannya, yaitu butuhnya Allah kepada dzat. Apabila batal butuhnya Allah kepada dzat maka tetap Maha kaya istighnanya Allah dari dzat. Seandainya Allah membutuhkan sang pncipta, niscaya Allah baru Hadts, sebab yang membutuhkan pencipta hanyalah yang baru sedangkan dzat qodim tidak membutuhkannya. Dan mustahil Allah Hadits, karena segala sesuatu yang hadits harus membutuhkan sang pencipta mujid yang kelanjutannya akan mengakibatkan daur atau tasalul. Dalil Naqli Sifat Qiamuhu Binafsihi “Sesungguhnya Allah benar-benar maha kaya tidak memerlukan sesuatu dari alam semesta”. QS. Al Ankabut [29]6 Wahdaniyyah Tunggal/Esa Artinya adalah Bahwa Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Esa, baik itu Esa zat-Nya, sifat-Nya, maupun perbuatannya. Esa zat-Nya maksudnya zat Allah SWT itu bukanlah hasil dari penjumlahan dan perkiraan atau penyatuan satu unsur dengan unsur yang lain mkenjadi satu. Berbeda dengan mahluk, mahluk diciptakan dari berbagai unsur, seperti wujudnya manusia, ada tulang, daging, kulit dan sifat-Nya artinya semua sifat-sifat kesempurnaan bagi Allah SWT tidak sama dengan sifat-sifat pada mahluk-Nya, seperti marah, malas dan perbuatan-Nya berarti Allah SWT berbuat sesuatu tidak dicampuri oleh perbuatan mahluk apapun dan tanpa membutuhkan proses atau tenggang waktu. Allah SWT berbuat karena kehendak-Nya sendiri tanpa ada yang menyuruh dan melarang. Dalil Naqli “Seandainya di langit dan dibumi ada tuhan-tuhan selain Allah, niscaya langit dan bumi akan rusak”. QS. Al Anbiya [21]22 Qudrat Berkuasa Kekuasaan Allah SWT, atas segala sesuatu itu mutlak, tidak ada batasnya dan tidak ada yang membatasi, baik terhadap zat-Nya sendiri maupun terhadap makhluk-Nya. Berbeda dengan kekuasaan manusia ada batasnya dan ada yang membatasi. Dalil Aqli sifat Qudrot Dalilnya adalah adanya alam semesta. Proses penyusunan dalilnya, jika Allah tidak berkemampuan niscaya Allah lemahAjzun, dan apabila Allah lemah maka tidak akan mampu menciptakan makhluk barang sedikitpun. Dalil Naqli sifat Qudrot “Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu”. QS. Al- Baqarah [2]20 Iradah berkehendak Allah SWT menciptakan alam beserta isinya atas kehendak-Nya sendiri, tanpa ada paksaan dari pihak lain atau campur tangan dari siapa pun Apapun yang Allah SWT kehendakin pasti terjadi, begitu juga setiap setiap Allah SWT tidak kehendaki pasti tidak dengan kehendak atau kemauan manusia, tidak sedikit manusia mempunyai keinginan, tetapi keinginan itu kandas di tengah jalan. Apabila manusia berkeinginan tanpa disertai dengan kehendak Allah SWT. Pasti keinginan itu tidak terwujud. Hal ini menunjukan bahwa manusia memiliki keterbatasan, sedangkan Allah SWT memiliki kehendak yang tidak terbatas. Dalil Aqli sifat Irodat. Dalilnya adalah adanya alam semesta. Proses penyusunan dalil, seasndainya allah tidak bersifat berkehendak niscaya bersifat terpaksa karohah, dan allah bersifat terpaksa adalah mustahil karena tidak akan disifati qudrot, akan tetapi tidak disifatinya Allah dengan sifat qudrot adalah mustahil, sebab akanberakibat lemahnya Alla, sedangkan lemahnya Allah adalah mustahi, karena tidak akan mampu membuat makhluk barang sedikitpun. Dalil Naqli sifat Irodat. “Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang dia kehendaki”. QS. Hud[50]107 Ilmu Mengetahui Artinya Allah SWT memiliki pengetahuan atau kepandaian yang sangat sempurna, artinya ilmu Allah SWT itu tidak terbatas dan tidak pula dibatasi. Allah SWT mengetahui segala sesuatu yang ada di alam semesta, baik yang tampak maupun yang apa yang dirahasiakan didalam hati manusia sekali pun. Bukti kesempurnaan ilmu Allah SWT, ibarat air laut menjadi tinta untuk menulis kalimat-kalimat Allah SWT, tidak akan habis kalimat-kalimat tersebut meskipun mendatangkan tambahan air yang banyak seperti sering kagum atas kecerdasan dan ilmu yang dimiliki orang-orang pintar di dunia ini. Kita juga takjub akan indahnya karya dan canggihnya tekhnologi yang diciptakan manusia. Sadarkah kita bahwa ilmu tersebut hanyalah sebagian kecil saja yang diberikan Allah SWT kepada kita ?. Dalil Aqli sifat Ilmu Dalilnya adalah adanya alam semesta. Proses penyusunan dalil, seandainya Allah tak berilmu niscaya tidak akan berkehendak, sedangkan allah tidak berkehendak adalah mustahil, karena tidak akan disifati qudrot, akan tetapi Allah tidak disifati dengan qudrot adalah mustahil, sebab akan berakibat lemahnya Allah. Sedangkan lemahnya Allah adalah mustahil, karena tidak akan mampu membuat barang makhluk sedikitpun. Dalil Naqli sifat Ilmu “Dan dia maha mengetahui segala sesuatu”. Hadid [57]3 atau QS. Al Baqaroh [2]29 Hayat Hidup Artinya Hidupnya Allah tidak ada yang menghidupkannya melainkan hidup dengan zat-Nya sendiri karena Allah Maha Sempurna, berbeda dengan makhluk yang diciptakan-Nya. Contohnya Manusia ada yang menghidupkan. Selain itu, mereka juga mmebutuhkan makanan, minuman, istirahat, tidur, dan sebagainya. Akan tetapi, hidupnya Allah SWT tidak membutuhkan semua itu. Allah SWT hidup selama-lamanya, tidak mengalami kematian bahkan mengantuk pun tidak. Dalil Aqli sifat hayat Dalilnya adanya alam semesta. Proses penyusunan dalil, seandainya Allah tidak hidup maka tidak akan disifati Qudrot, akan tetapi Allah tidak disifati dengan Qudrot adalah mustahil, sebab akan berakibat lemahnya Allah, seangkan lemahnya Allah adalah mustahil, karena tidak akan mampu membuat alam semesta. Dalil Naqli sifat Hayat Firman Allah “Dan bertakwalah kepada Allah yang hidup yang tidak mati”. QS. Al- Furqon [25]58 Sama’ Mendengar Allah SWT mendengar setiap suara yang ada di alam semesta ini. Yidak ada suara yang terlepas dari pendengaran Allah SWT walaupun suara itu lemah dan pelan., seperti suara bisikan hati dan jiwa Allah SWT berbeda dengan pendengaran mahluk –Nya karena tidak terhalang oleh suatu apapun, sedangkan pendengaran mahluk-Nya dibatasi ruang dan waktu. DALIL ”Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” … QS Al Maidah 76 Basar Melihat Allah SWT melihat segala sesuatu yang ada di alam semesta ini . penglihatan Allah bersifat mutlak, artinya tidak dibatasi oleh jarak jauh atau dekat dan tidak dapat dihalangi oleh dinding tipis atau tebal. Segala sesuatu yang ada di alam semesta ini, kecil maupun besar, tampak atau tidak tampak, pasti semuanya terlihat oleh Allah SWT. DALIL ”………Dan Allah maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” … al-Baqarah 265 Dengan memahami sifat besar Allah SWT hendaknya kita selalu berhati- hati dalam berbuat. Mungkin kita bisa berbohong kepada manusia, seperti orang tua, guru, atau teman. Akan tetapi kita tidak akan bisa berbohong kepada Allah SWT. Kalam Berbicara / Berfirman Allah SWT bersifat kalam artinya Allah SWT berfirman dalam kitab-Nya yang diturunkan kepada para nabi dan rasul-Nya. Pembicaraan Allah SWT tentu tidak sama dengan pembicaraan manusia karena Allah SWT tidak berorgan panca indra, seperti lidah dan mulut yang dimiliki oleh SWT berbicara tanpa menggunkan alat bantu yang berbentuk apapun sebab sifat kalam Allah SWT sangat sempurna. Sebagai bukti bahwa adanya wahyu Allah SWT berupa al qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada para rasul sebelum Nabi Muhammad SAW. DALIL ”……. Dan Allah berkata kepada Musa dengan satu perkataan yang jelas” QS AnNisa’ 164 Oleh karena itu kita sebagai hamba Allah SWT hendaknya membiasakan diri mengucapkan kalimat-kalimat tayyibah, artinya kata-kata yang mulia, seperti ketika kita berbuat salah, maka segeralah membaca istighfar. Qadirun Yaitu Keadaan Allah Ta’ala Yang Berkuasa Mengadakan Dan Mentiadakan DALIL “Sesungguhnya Alllah berkuasa atas segala sesuatu“ QS. Al Baqarah 20. Muridun Yaitu Keadaan Allah Ta’ala Yang Menghendaki dan menentukan tiap-tiap sesuatu. Ia berkehendak atas nasib dan takdir manusia. DALIL “Sesungguhnya Tuhanmu Maha Melaksanakan apa yang Dia kehendaki“ … QS. Hud 107 Alimun Yaitu Keadaan Allah Ta’ala Yang Mengetahui akan Tiap-tiap sesuatu. Mengetahui segala hal yang telah terjadi maupun yang belum terjadi, Allah pun dapat mengetahui isi hati dan pikiran manusia. DALIL “Dan Alllah Maha Mengetahui sesuatu“ … QS. An Nisa’ 176 Hayyun Yaitu Keadaan Allah Ta’ala Yang Hidup. Allah adalah Dzat Yang Hidup, Allah tidak akan pernah mati, tidak akan pernah tidur ataupun lengah. DALIL “Dan bertakwalah kepada Allah yang hidup kekal dan yang tidak mati“ QS. Al Furqon 58 Sami’un Yaitu Keadaan Allah Ta’ala Yang Mendengar. Allah selalu mendengar pembicaraan manusia, permintaan atau doa hambaNya. DALIL “Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui“ … QS. Al Baqoroh 256. Basirun Yaitu Keadaan Allah Ta’ala Yang Melihat akan tiap- tiap yang Maujudat Benda yang ada . Allah selalu melihat gerak-gerik kita. Oleh karena itu, hendaknya kita selalu berbuat baik. DALIL “Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan“ … QS. Al Hujurat 18 Kaunuhu Mutakallimun Yaitu Keadaan Allah Ta’ala Yang Berkata-kata, Allah tidak bisu Ia berbicara atau berfirman melalui ayat-ayat Al Quran. Bila Al Quran menjadi pedoman hidup kita, maka kita telah patuh dan tunduk terhadap Allah swt. Sifat-Sifat Mustahil bagi Allah Sifat Mustahil Bagi Allah artinya Sifat Yang Tidak Mungkin ada pada Allah Swt. Sifat Mustahil Allah merupakan Lawan Kata/Kebalikan dari Sifat Wajib Allah Berikut dibawah ini adalah 20 sifat-sifat mustahil bagi Allah swt. Adam, artinya tiada bisa mati Huduth, artinya baharu bisa di perbaharui Fana’, artinya binasa tidak kekal/mati Mumathalatuhu Lilhawadith, artinya menyerupai akan makhlukNya Qiyamuhu Bighayrih, artinya berdiri dengan yang lain ada kerjasama Ta’addud, artinya berbilang – bilang lebih dari satu Ajz, artinya lemah tidak kuat Karahah, artinya terpaksa bisa di paksa Jahl, artinya jahil bodoh Maut, artinya mati bisa mati Syamam, artinya tuli Umy, artinya buta Bukm, artinya bisu Kaunuhu Ajizan, artinya lemah dalam keadaannya Kaunuhu Karihan, artinya terpaksa dalam keadaannya Kaunuhu Jahilan, artinya jahil dalam keadaannya Kaunuhu Mayyitan, artinya mati dalam keadaannya Kaunuhu Asam, artinya tuli dalam keadaannya Kaunuhu A’ma, artinya buta dalam keadaannya Kaunuhu Abkam, artinya bisu dalam keadaannya Sifat Jaiz Bagi Allah Swt Sifat Jaiz bagi Allah artinya boleh bagi Allah Swt mengadakan sesuatu atau tidak mengadakan sesuatu atau di sebut juga sebagai “mumkin”. Mumkin ialah sesuatu yang boleh ada dan tiada. Ja’iz artinya boleh-boleh saja, dengan makna Allah Swt menciptakan segala sesuatu, yakni dengan tidak ada paksaan dari sesuatupun juga, sebab Allah Swt bersifat Qudrat kuasa dan Iradath kehendak, juga boleh – boleh saja bagi Allah Swt meniadakan akan segala sesuatu apapun yang ia mau. Untuk Mempelajari Ilmu Tauhid Ini, Kita Harus Mencari Guru yang Baik secara Keilmuan dan juga Pengamalan dalam kehidupannya sehari hari, dan lebih utama adalah seorang guru yang memiliki sanad sampai dengan ke Bagian Rasullulah SAW, karena guru yang seperti ini akan sulit didapatkan, kuncinya adalah seorang guru yang bisa mengubah diri jasad dan diri keruhanian kita sendiri dalam pengamalan kehidupan sehari hari. Baca Juga Niat Mandi Wajib Sifat Wajib Dan Mustahil Bagi Nabi Dan Rasul Pengertian Akhlak Nama Nama Hari Akhir Kiamat Tentang Shalat Pengertian, Rukun Shalat, Manfaat Dan Makna DAFTAR PUSTAKA Al Utsaimin, Syaikh Muhammad bin Shalih, 1996, Qowa’idul Mutsla, yogyakarta media hidayah Al- jibrin, Syaikh Abdullah bin Abdul Aziz, 2006, Cara Mudah Memahami Aqidah, Jakarta Pustaka At-Tazkia. Al Utsaimin, Syaikh Muhammad bin Shalih, 1995, Syarah Lum’atul I’tiqad, yogyakarta Media Hidayah. As-Segaf, Alawi bin Abdul Qadir, 2001, Mengungkapkan Kesempurnaan Sifat-sifat Allah dalam Alquran dan As-sunnah, JakartaPustaka Azzam. Drs. H. Masan AF, 2009, Aqidah Akhlak Madrasah Tsanawiyah kelas V11, Semarang Karya Toha Putra. Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Cari
allah swt bersifat kalam dan mustahil bersifat